Kebiasaan Remeh yang Membuat pendek Umur

Wartawan : Redaksi • Editor : Elsy • 2015-03-10 15:27

Usia memang merupakan rahasia Sang Pencipta, dan manusia tak bisa menebak apakah dia akan berumur panjang atau pendek. Namun usia panjang dan risiko kematian juga dipengaruhi oleh kesehatan dan gaya hidup. Jangan pikirkan kebiasaan besar yang nyata buruk untuk kesehatan seperti jarang olahraga, merokok, dan minum alkohol, sebab beberapa kebiasaan remeh pun bisa mengurangi usia tanpa Anda sadari. Dilansir merdeka.com, berikut adalah beberapa daftar kebiasaan remeh yang buruk untuk kesehatan dan secara ilmiah telah terbukti bisa mengurangi usia.

Tidak bersosialisasi. Jika Anda seorang introvert atau pemalu, bukan berarti Anda harus menghindari kebiasaan bersosialisasi dengan orang lain. Pasalnya, bersosialisasi dengan orang lain tak hanya baik untuk kehidupan sosial tetapi juga untuk kesehatan fisik. Para ahli mengungkap bahwa kurang bersosialisasi dan bahkan cenderung lebih sering mengasingkan diri, memiliki dampak yang sama berbahayanya dengan kebiasaan merokok atau minum alkohol terhadap kesehatan. Sebuah penelitian pada tahun 2013 terhadap 148 penelitian lain menemukan bahwa partisipan yang memiliki hubungan sosial kuat memiliki usia lebih panjang. Kurang bersosialisasi, sebaliknya meningkatkan kecenderungan orang berusia pendek hingga 50 persen.

Sulit tertawa. Jangan kaget. Faktanya, selera humor juga mempengaruhi kesehatan dan risiko kematian Anda. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cardiology mengungkap bahwa tertawa bisa melindungi orang dari penyakit jantung. Tawa bisa menurunkan stres, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan jika tawa tersebut 'dipaksa', tetap akan bisa membuat orang merasa lebih baik. Baru-baru ini penelitian juga mengungkap bahwa tawa bisa mencegah kepikunan pada manula.

Kurang tidur. Menurut penelitian, orang yang sering begadang dan sulit tidur memiliki risiko kematian dini lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memenuhi kebutuhan tidur mereka. Para ahli mengungkap, setidaknya orang dewasa harus tidur tujuh sampai delapan jam semalam. Kurang tidur bisa melemahkan kekebalan tubuh, meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Semua ini bisa membuat Anda lebih cepat mendekat ke liang kubur tanpa disadari. 

Tak berhubungan seks. Ada kalanya hubungan seks menjadi dingin dalam pernikahan dan pasangan seks akan mencari-cari alasan untuk menghindari berhubungan seks. Jika Anda termasuk salah satunya, sebaiknya mulai pikirkan cara untuk kembali menghangatkan kehidupan seks Anda dan pasangan. Karena penelitian mengungkap bahwa kurang melakukan hubungan seks ternyata juga berdampak buruk untuk kesehatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal mengungkap bahwa pasangan menikah yang jarang melakukan hubungan seks, hanya satu bulan sekali memiliki risiko kematian lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan dengan pasangan yang melakukan hubungan seks sekali seminggu. 

Menoleransi perilaku buruk. Menghindari orang yang memperlakukan kita dengan buruk adalah salah satu reaksi wajar yang tentu akan dilakukan kebanyakan orang. Sebuah penelitian mengungkap bahwa berteman dan dikelilingi oleh orang yang berperilaku buruk dan memperlakukan Anda dengan tak baik juga bisa membuat Anda cepat mati. Jika tak bisa benar-benar lepas dari lingkungan semacam ini, setidaknya jangan berteman dengan orang yang berperilaku buruk dan memperlakukan Anda dengan kejam.

Terlalu banyak duduk. Duduk lebih dari tiga jam sehari bisa memperpendek usia Anda hingga dua tahun, berdasarkan penelitian di British Medical Journal. Duduk meningkatkan kemungkinan terkena kanker, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit lain yang bisa membuat Anda cepat mati. Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk banyak duduk, setidaknya berdirilah dan berjalan-jalan setiap beberapa jam sekali. Jangan hanya duduk seharian di depan layar komputer.

Melewatkan sarapan. Tak peduli jika Anda sedang berdiet, jangan sampai melewatkan sarapan. Orang yang melewatkan sarapan biasanya akan makan lebih banyak kalori di siang hari dan membuat mereka lebih mudah mengalami obesitas. Penelitian juga menunjukkan bahwa melewatkan sarapan akan mempengaruhi metabolisme seseorang sehingga membuat mereka lebih rentan terkena obesitas, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Semua ini pada gilirannya akan meningkatkan risiko kematian seseorang. Jadi, jangan lagi suka melewatkan sarapan.

Takut mati. Terlalu paranoid dengan kematian bisa membuat seseorang terus merasa cemas dan pada akhirnya juga membunuh mereka secara perlahan. Sebuah penelitian mengungkap bahwa orang yang terlalu cemas dengan kesehatan mereka dan selalu memikirkan kematian juga memiliki risiko kematian lebih tinggi, serta meningkatkan kemungkinan terkena hipertensi.