789 Rumah Sakit Belum Gabung BPJS Kesehatan

Wartawan : • Editor : Elsy • 2015-03-26 12:05

Ternyata masih banyak Rumah Sakit (RS) yang belum mengikuti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dilansir tribunnews.com, Berdasarkan data Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) setidaknya masih ada sekitar 789 Rumah Sakit yang belum mengikuti BPJS kesehatan. Chazali Situmorang, Ketua DJSN mengatakan, dari total jumlah Rumah Sakit sebanyak 2.410 yang teregistrasi, sebanyak 1.621 Rumah Sakit yang telah bergabung dengan BPJS kesehatan. "Yang belum masuk BPJS itu semuanya Rumah Sakit swasta," kata Chazali, Rabu (25/3/2015).

Untuk Rumah Sakit yang telah tergabung dalam BPJS kesehatan tersebut terdiri dari Rumah Sakit pemerintah, TNI, Polri serta Pemda. Sementara untuk Rumah Sakit swasta yang ikut bergabung dalam BPJS kesehatan ini utamanya adalah yang dimiliki oleh yayasan sosial. Menaggapi masih banyaknya Rumah Sakit yang belum tergabung dalam BPJS kesehatan tersebut, Irgan Chairul Mahfiz, Wakil Ketua Komisi IX DPR sangat menyayangkannya. Bahkan, bagi Rumah Sakit yang membelot tersebut disarankan untuk segera dibuat Panitia Kerja (Panja) khusus membahas hal itu. Irgan mengatakan, pemerintah harus tegas dalam menghadapi Rumah Sakit yang tidak mau bergabung dengan BPJS kesehatan tersebut. "Harus di Panja-kan, pemerintah harus tegas," kata Irgan.

Sementara itu puluhan rumah sakit di Jakarta menolak bergabung dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS. Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati, mengatakan ada 71 rumah sakit swasta di Ibu Kota yang tidak bersedia melayani pasien BPJS. Kata dia, rata-rata yang tidak bersedia adalah rumah sakit swasta murni dengan pajak yang sangat tinggi. "Jaminan kesehatan sudah kami bahas dengan BPJS, di Jakarta itu ada 152 rumah sakit yang ada, tapi hanya 81 yang bersedia ikut. Artinya hanya separuh kan," kata Dien seperti yang dikutip dari viva.co.id. Ia menambahkan, sebenarnya 71 rumah sakit swasta yang belum tergabung dalam BPJS itu hanya tinggal membenahi ikatan kerjasama (IKS). Sebab, rumah sakit yang tergolong elit itu pun masih memiliki ruang kelas III sebanyak 17-22 persen, sehingga sangat disayangkan apabila tidak dioptimalkan.