Percepat Perbaikan Infrastruktur

Wartawan : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres • Editor : Riyon • 2016-02-17 10:25

Sawah Berasuransi Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

Dalam kondisi tanggap darurat pihak terkait diminta mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. 

“Dalam tahapan rehab dan rekon, segera susun proposal dan kajian tentang kondisi Batang Mahek yang terjadi penyempitan saat air menumpuk dari 4 aliran sungai yang menyebabkan air tertahan dan berakibat banjir,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau lokasi pascabencana banjir di Kecamataan Pangkalan, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, Selasa (16/2). 

Dalam kunjungan itu, mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode itu bersama anggota DPR RI Fraksi Golkar John Kennedy Aziz, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbar Effendi, ketua DPRD Limapuluh Kota, BPBD Sumbar dan Limapuluh, serta beberapa kepala SKPD terkait.

Nasrul Abit juga meminta agar penyempitan Batang Mahek dikaji Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) secara lebih mendalam.

“Persoalan ini akan kita bicarakan bersama gubernur dan instansi terkait. Kita juga berkoordinasi dengan pihak PLTA Kotopanjang dan Pemerintah Provinsi Riau, sehingga banjir serupa tak terulang lagi di masa mendatang,” tegasnya.

Di sampingi itu, dia mengingatkan Pemkab Limapuluh Kota agar pada setiap pelaksanaan pembangunan berdasarkan standar yang kuat, sehingga dapat meminimalisir kerusakan yang terjadi karena daerah ini rawan bencana banjir dan longsor.

“Kepada masyarakat diharapkan juga memperhatikan kondisi lokasi tempat tinggal dan menjaga lingkungan dengan baik,” ingatnya. Rombongan Nasrul Abit juga mengunjungi Nagari Gunung Malintang, tiga lokasi bencana di Kecamatan Kapur IX.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbar Effendi dalam kesempatan itu juga menyampaikan, bahwa dari 200 hektare sawah di Limapuluh Kota, seluas 60 hektare sudah masuk asuransi Jasindo, sementara 140 hektare lainnya belum.

“Kondisi saat ini tanah persawahan petani yang telah diasuransikan akan mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta per hektare. Sementara bagi yang belum pemerintah hanya akan membantu bibit saja,” ungkapnya.

Effendi berharap, ke depan kesadaran petani mengansuransikan lahan pertanian kepada Jasindo semakin meningkat, terutama di daerah rawan bencana. Camat Pangkalan Andri Yasmen menjelasakan total rumah yang mengalami rusak berat 83 unit, dan rusak ringan 221 unit. (*)