Empat Fraksi Setujui APBD-P 2016

Wartawan : Herry Erman - Padang Ekspres • Editor : Elsy • 2016-10-14 09:58

Keempat fraksi DPRD Sawahlunto akhirnya menerima dan menyetujui perubahan APBD 2016 menjadi Peraturan daerah (Perda) APBD 2016 Sawahlunto, dalam sidang paripurna DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Weldison.

Keempat fraksi yang menerima dan menyetujui itu, fraksi Golkar, fraksi PDI Perjuangan dan Demokrat, fraksi PPP, Nasdem dan PAN, serta fraksi PKPI dan PKS pada yang dihadiri Muspida, serta Kepala SKPD se-Kota Sawahlunto.

Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf melalui pendapat akhirnya mengemukakan, terjadi perubahan pada Perubahan APBD 2016 soal Pendapatan Daerah yang semula diusulkan Rp 633.663.299.959 menjadi Rp 601.416.292.738 atau turun sebesar Rp 32.247.007.221 atau sebesar 5,09 persen.

Menurutnya, pendapatan daerah itu berkurang terdiri dari 1; Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebelum perubahan Rp 59.045.488.700, setelah perubahan menjadi Rp 59.365.674.458 atau bertambah Rp 320.185.758. Ke-2; Dana Perimbangan semula Rp 546.985.905.920 setelah perubahan Rp 515.659.532.700 berkurang sebesar Rp 31,326.373.220. Ke-3; Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula Rp 27.631.905.339, setelah perubahan Rp 26.391.085.580 berkurang Rp 1.240.819.759.

Sedangkan Belanja Daerah semula Rp 709.593.925.991,34, setelah perubahan menjadi Rp 659.779.689.002 atau berkurang sebesar Rp 49.814.236.988,34. Di mana belanja daerah terdiri dari Belanja tidak langsung semula Rp 303.228.088.076,34, setelah perubahan menjadi Rp 295.990.409.975 atau berkurang sebesar Rp 7.237.678.101,34. Sedangkan Belanja langsung semula Rp 406.365.837.915, menjadi Rp 363.789.279.027 atau berkurang sebesar Rp 42.576.558.888.

Dikemukakan, pembiayaan daerah juga terjadi perubahan yang signifikan, di mana penerimaan pembiayaan daerah semula Rp 96.383.292.699 menjadi Rp 78,816.062.930,66 berkurang sebesar Rp 17.567.229.768,34. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah tidak mengalami perubahan tetap  sebesar Rp 20.452.666.666,66. Kemudian pembiayaan Netto semula Rp 75.930.626.032,24 setelah perubahan Rp 58.363.396.264, atau berkurang sebesar Rp 17.567.229.768,34.

Komposisi belanja modal dalam perubahan APBD 2016, adalah sebesar 23,09 persen. Komposisi belanja untuk urusan wajib bidang Pendidikan sebesar Rp 21,49 persen dan urusan kesehatan sebesar 10,83 persen. Ali Yusuf  berharap semoga semua masyarakat diberikan kesabaran di tengah menghadapi berbagai cobaan yang menerpa kehidupan bangsa dan Negara ini, pada rapat paripurna yang dihadiri muspida, dan Kepala SKPD. (*)