SMPN 7 Belum Miliki Labor

Wartawan : Nanda Anggara - Padang Ekspres • Editor : Riyon • 2017-02-17 11:12

Usulkan Bangun Dam Tebing dan Pagar

Laboratorium merupakan salah satu penunjang pendidikan yang harus dimiliki oleh setiap sekolah, terutama SMP dan SMA. Namun, hingga saat ini SMPN 7 Bukittinggi masih belum memiliki ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk laboratorium bagi siswanya.

“Makanya, kami sangat berharap kepada Pemko dapat merealisasikan usulan dalam musrenbang ini. Yakni, berupa pendaman tebing dan pembuatan pagar di belakang sekolah. Karena, lahan untuk membangun ruangan labor tersebut perlu di dam dan dipagar terlebih dahulu,” harap Zulfia, kepala SMPN 7 Bukittinggi saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Paritantang, kemarin (15/2).

Dalam kesempatan itu, disepakati usulan pembangunan dam tebing di kawasan Ikualabuah dan pembuatan saluran pembuangan yang diusulkan pada musrenbang sebelumnya, tahun ini akan direalisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bukittinggi dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

Musrenbang yang diikuti LPM, RT/RW, tokoh masyarakat, bundo kanduang, PKK, generasi muda dan para kader ini dibuka secara resmi oleh camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Hendry yang dihadiri anggota DPRD dari Daerah Pemilihan ABTB Jon Edwar dan Fauzan Haviz.

Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Bukittinggi, Rismal Hadi mengatakan, mekanisme musrenbang tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Hasil musrenbang kelurahan yang ditetapkan berdasarkan skala prioritas tidak akan dibahas lagi pada musrenbang tingkat kecamatan. Tetapi, dibahas pada forum SOPD (struktur organisasi perangkat daerah) dan musrenbang tingkat kota,” ujarnya.

Menurut Rismalhadi, program kegiatan yang akan dibahas pada musrenbang tingkat kecamatan hanya progam lintas kelurahan, seperti usulan untuk bidang infrastruktur, ekonomi, dan sosial budaya. 

Menanggapi harapan Kepala SMP Negeri 7, Rismal Hadi mengatakan, program prioritas kota saat ini memang mengarah untuk perbaikan bangunan pemerintah seperti kantor dan sekolah. Soalnya, memang masih banyak bangunan pemerintah yang belum memadai.

“Insya Allah ini akan kami bahas dalam forum SOPD dan musrenbang tingkat kota bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, “ tegas Rismal.  

Sebelumnya, Camat ABTB Hendry mengingatkan, agar program yang dimunculkan tidak hanya mengandalkan APBD yang dananya terbatas. Akan tetapi, perlu menggali potensi masyarakat melalui swadaya dan gotong royong.

“Partisipasi aktif masyarakat ini sangat kita perlukan dalam membangun kelurahan ke depan,” ujar Hendry. Sementara Jon Edwar dan Fauzan Haviz berharap, agar usulan masyarakat sesuai skala prioritas dapat direspons dan diupayakan semaksimal mungkin untuk ditampung dalam kegiatan SOPD terkait. 

Sementara itu, dalam Musrenbang Kelurahan Sapiran yang dihadiri tiga anggota DPRD Bukittinggi Jon Edwar, Syaiful Effendi dan Fauzan Haviz, berhasil menetapkan tiga usulan untuk bidang infrastruktur. Yakni, peningkatan jalan, penutupan roil dan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Lalu, ada pembinaan usaha mikro kecil, pelatihan pengolahan limbah organik dan anorganik, serta pembinaan budidaya ikan yang merupakan usulan bidang ekonomi.

Dari diskusi yang dipandu Ketua LPM Dalilul Khairat Dt Perpatiah di hadapan lurah Nadiatul Khairiah, pada bidang sosial budaya diusulkan pelatihan bagi generasi muda dan pendukung kegiatan remaja masjid/mushala.

Sementara bidang pemerintahan diusulkan pengadaan buku bacaan untuk pustaka kelurahan, pelatihan dan pembinaan, serta honor RT/RW dan kader, sekaligus anggaran pembinaan dasawisma. (*)