Pascakebakaran Pasar Senen

Wartawan : Irwan Prayitno - Gubernur Sumbar • Editor : Riyon • 2017-02-17 11:45

Beberapa waktu lalu, tepatnya 19 Januari 2017 sekitar pukul 04.20 pagi terjadi kebakaran besar di Pasar Senen, Jakarta, sehingga menghanguskan sekitar 500 kios tempat usaha para pedagang di sana. Tidak kurang 56 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan lokasi kebakaran yang berada di Blok I dan III. Kerugian yang ditimbulkan cukup besar. 

Setiap terjadi kebakaran, memang selalu menyisakan kesedihan bagi yang terkena dan juga keluarga mereka. Tidak hanya di Jakarta, tetapi kebakaran pasar di berbagai daerah pun selalu menimbulkan kesedihan. 

Pedagang Pasar Senen kebanyakan berasal dari etnis Minang dengan jumlah tidak kurang dari 1.661 pedagang yang merupakan orang Minang. Dan yang menjadi korban kebakaran ini, juga banyak orang Minang. Di satu sisi, lokasi kejadian berada di Jakarta, namun di sisi lain korbannya adalah para perantau Minang. Tidak kurang dari 600 orang Minang yang merasakan dampak kebakaran tersebut.

Berangkat dari kenyataan ini, maka kami di Pemprov, Gubernur dan Wakil Gubernur, serta bersama para kepala organisasi perangkat daerah dan jajarannya tergerak untuk membantu meringankan beban para pedagang ini yang tengah mengalami musibah kebakaran. Alhamdulillah terkumpul kurang lebih Rp 150 juta. Dan, ditambah dana dari Baznas Provinsi sebesar Rp 150 juta. Sehingga, totalnya menjadi Rp 300 juta. 

Dana bantuan kepedulian tersebut dibawa oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, dan diserahkan langsung kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran pada 1 Februari 2017. Jika melihat jumlahnya memang tidak seberapa. Namun, ini bentuk kepedulian kami di ranah kepada saudaranya di rantau yang tengah mendapat musibah. Semoga sedikit tanda kepedulian ini bisa menggerakkan juga kepedulian sanak saudara lain, baik yang ada di ranah dan di rantau. 

Selama ini saudara-saudara kami di rantau yang berada di berbagai wilayah dan negara sudah berkontribusi besar terhadap pembangunan di kampungnya, yang berarti juga ikut membangun Sumbar. Jalan-jalan, masjid, sekolah, balai pertemuan dan sarana-prasarana lainnya banyak dibangun di Sumbar dengan dana dari saudara-saudara di rantau. Maka, tak salah pula kiranya kami pun di ranah ketika mendengar musibah yang menimpa saudara kami di rantau, mencoba ikut peduli akan kesulitan mereka. 

Dana yang kami berikan sebagai bantuan kepedulian memang tidaklah besar. Namun semoga kepedulian kami ini mampu memberikan semangat kepada mereka yang tertimpa musibah. Kami juga turut mendoakan agar Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik atas kejadian ini, dan semoga  saudara kami bisa bersabar dan kuat dalam menghadapi musibah ini.

Sebagai makhluk sosial, kita memang saling membutuhkan. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, ia akan membutuhkan pertolongan orang lain. Maka, ketika ada saudara kami yang tertimpa musibah, kami coba meringankan beban mereka, peduli dengan kesulitan yang mereka alami. Hal ini juga sesuai dengan ajaran Islam yang menyerukan saling tolong menolong dalam kebaikan. Dan juga merupakan fitrah manusia untuk saling menolong dan berbagi antar-sesama. 

Selain itu kami meyakini bahwa Pemprov DKI (di bawah nakhodai baru) segera merealisasikan janjinya untuk memperhatikan nasib para pedagang korban kebakaran di Pasar Senen yang merupakan pasar tertua di Jakarta, yang waktu itu disampaikan Sumarsono selaku Plt Gubernur DKI. Dan jika ada rencana terkait pasar seperti peremajaan atau perbaikan semoga bisa dibicarakan bersama-sama dengan pedagang, sehingga tidak terjadi penggusuran atau kerugian bagi pedagang. Semoga dengan saling bantu dan peduli, kita bisa bersama-sama melangkah membangun masyarakat yang madani dan sejahtera. (*)