Simulasi Keadaan Darurat : Gempa Potensi Tsunami di DPPU Bandara Internasional Minangkabau

Wartawan : Redaksi • Editor : Elsy • 2017-05-08 11:22:11

Seluruh pekerja mendadak panik segera mencari perlindungan baik di dalam maupun di luar ruangan saat gempa bumi berkekuatan 8,8 skala richter dengan potensi tsunami tiba-tiba terjadi sehingga operasional Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang dikelola PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I (MOR I) Sumbagut terhenti, pada Kamis (4/5).

Sirine berbunyi sebagai tanda bahaya telah terjsadi gempa serta keadaan darurat. Tim penanggulangan keadaan darurat dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE) dengan sigap mengevakuasi dan mengamankan  puluhan pekerja sesuai dengan prosedur. Prosedur pengumpulan para pekerja di titik berkumpul aman atau assembly point dijalankan. Tim Evakuasi dengan sigap mencatat dan menghitung jumlah pekerja yang selamat dari bencana.

Tidak lama terdengar teriakan berasal dari lokasi shelter parkiran motor yang rubuh serta kobaran api terpancar berasal dari filling shed di area tanki avtur DPPU BIM menambah kepanikan. Bantuan diturunkan untuk memadamkan api di filling shed sehingga pemadam kebakaran dari Tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Angkasa Pura 2 dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam waktu tiga puluh menit, api yang sudah sempat menjalar dari pipa distribusi berhasil dipadamkan dengan kesigapan para pemadam. Tim First Aid DPPU BIM dengan sigap melakukan evakuasi korban yang terluka serta membantu petugas yang mengalami luka bakar untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Setelah keadaan kondusif dan seluruh pekerja serta korban berada di tempat evakuasi akhir, Operation Head (OH) DPPU BIM, Ridwan menyatakan keadaan telah aman dan status keadaan darurat dihentikan.

Suasana itu berlangsung sekitar 90 menit yang menjadi bagian dari simulasi keadaan darurat penanggulangan gempa dan tsunami. Operation Head DPPU BIM, Ridwan mengungkapkan bahwa simulasi keadaan darurat sangat penting untuk dilakukan guna antisipasi terjadinya bencana alam atau keadaan bahaya yang terjadi. Selain itu simulasi ini bisa melatih sumber daya manusia di Pertamina, khususnya tim penanggulangan keadaan darurat dalam menggunakan alat-alat keselamatan.

"Bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, simulasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan keadaan darurat di DPPU BIM. Dengan adanya latihan ini diharapkan kami dapat siap dan siaga jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat seperti gempa, tsunami, dan bencana lainnya", ungkap Ridwan. Ia pun menambahkan bahwa antisipasi perlu dilakukan mengingat bahwa Pertamina merupakan objek vital nasional yg perlu dijaga aset dan keberadaannya.