Ramadhan dan Sedekah

Wartawan : Wiztian Yoetri -Komisaris PT Semen Padang • Editor : Riyon • 2017-06-02 11:00:14

Apa yang kamu makan akan habis,
Apa yang kamu pakai akan lusuh, 
Apa yang kekal, adalah yang kamu
sedekahkan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan penuh berkah. Umat Islam sangat bahagia dengan datangnya bulan ini. Mereka meningkatkan ibadah tidak seperti biasa, ketika berada pada bulan-bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan panen pahala bagi umat Islam.

Mengingat Ramadhan memiliki banyak keistimewaan, maka sedekah yang dikeluarkan pada bulan ini juga mengandung nilai istimewa, bahkan dianggap sebagai sedekah yang paling utama. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik shadaqah yaitu shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. Baihaqi, Khatib dan Tirmidzi).

Ketika seseorang memberi makanan untuk berbuka kepada orang lain yang berpuasa, ia juga mendapatkan pahala puasa dengan tanpa mengurangi pahala puasa orang yang diberi tersebut.

Jelasnya, ketika ia sedang berpuasa, kemudian ia bersedekah makanan untuk buka puasanya orang lain, maka ia mendapat pahala puasa ganda; satu pahala karena puasanya sendiri dan satunya lagi pahala puasa karena ia memberi sedekah makanan buka puasa untuk orang lain.

Lalu, bagaimana jika kita memberi buka puasa kepada lebih dari satu orang? Atau seratus orang? Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memberikan hidangan puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikit pun mengurangi pahalanya.” (HR Tirmidzi).

Bagi yang menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadhan di Tanah Suci, ada suasana yang berbeda bila kita Shalat Magrib di Masjid Nabawi, Kota Madinah dan di Masjidil Haram, Kota Mekkah. Para jamaah “diperebutkan” oleh orang Arab yang sudah menyediakan  santap buka puasa. Pada deretan shaf-shaf beda orang yang bersedekah. Masing-masing ingin jamaah untuk duduk di atas tikar shalat yang sudah direntalnya. Di atas tikar, agar jangan kotor ada plastik  panjang dibentangkan, untuk menu berbuka puasa dibagikan kurma, air zam-zam, yogurt, roti dan lain-lain untuk para jamaah.

Hikmah apa yang bisa kita tangkap? Bahwa masyarakat di tanah Arab betul-betul memanfaatkan momentum di bulan penuh rahmat ini dengan menggencarkan sedekah, berbagi. Mereka seperti berlomba untuk  tidak kehilangan kesempatan merebut pahala  dengan berbagi kepada warga muslim sedunia yang tengah beribadah umrah.

Bagi kita, untuk lingkungan sendiri, baik masyarakat, lingkungan kerja, bersama anak yatim, kaum dhuafa, inilah peluang merebut pahala sedekah di bulan penuh rahmat ini. Tersedia waktu satu bulan penuh. Artinya, bersedekah dengan jaminan balasan dari Allah SWT sampai 700 kali lipat. Sebagaimana Firman Allah: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) oleh orang-orang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Albaqarah  ayat 261).

Memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa tidak harus berupa menu yang istimewa, melainkan disesuaikan kemampuan masing-masing. Sekalipun hanya mampu memberi air putih, karena Allah Maha Mengetahui perbuatan dan niat hamba-Nya.

Di antara kedahsyatan ganjaran lain sedekah, adalah menghindarkan dari bala (bencana), tentunya atas kehendak Allah SWT. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “Sedekah melalui tangan dapat menghindarkan diri dari kematian yang tidak baik dan menjaga diri dari tujuh puluh macam bencana.”

Banyak orang telah membuktikan sedekah, dan hebatnya bukan hanya orang muslim, juga non-muslim di dunia. Maka, segeralah bersedekah: Apa yang kamu makan akan habis, apa yang kamu pakai akan lusuh dan yang kekal hanyalah apa yang kamu sedekahkan! (*)