Tanpa Vizcarra Arema FC Pincang

Wartawan : JPNN • Editor : Riyon • 2017-06-15 10:29:31

Siapkan Pablo Pino Sebagai Pengganti

Ketergantungan Arema FC terhadap sosok Esteban Vizcarra terbukti jadi pedang bermata dua. Tanpa gelandang asa Argentina itu, Singo Edan -julukan Arema FC- sulit meraih kemenangan di dua laga terakhir, yaitu lawan Persija Jakarta dan Perseru Serui. Kali terakhir, Vizcarra tumbang lagi setelah memaksakan main saat imbang kontra Perseru.

Tim pelatih Arema kini mengerahkan sisa-sisa energi dan pikirannya untuk putar otak dalam mengutak-atik posisi kosong yang ditinggal eks penggawa Semen Padang tersebut.

Pelatih Arema, Aji Santoso mengisyaratkan rotasi pengisi pos Vizcarra, berdasarkan hasil pertandingan dan latihan. Dia tak menampik anggapan bahwa dia cenderung memfavoritkan satu pemain, serta mengacuhkan yang lain.

”Kami tim pelatih harus fair kepada semua pemain. Mereka yang main, berdasarkan pada performa di laga terakhir, serta latihan,” kata Aji kepada wartawan kemarin.

Pos yang ditinggal Vizcarra pun, kini menjadi rebutan starter para penggawa tim berlogo singa. Utamanya, para gelandang senior yang selama ini tersisihkan karena regulasi PSSI tentang kewajiban tiga pemain U-23 di starting eleven.

Beberapa nama yang disebut layak mengisi pos Vizcarra, adalah mereka yang tampil di laga lawan Perseru. Dua nama yang punya potensi jadi starter, tak lain yaitu Dendi Santoso dan Arif ”Keceng” Suyono. Dendi, yang juga mengidolakan Keceng ini tampil sebagai pengganti Vizcarra di laga lawan Perseru.

Meskipun tak mampu memberi kemenangan, kontribusinya bagi permainan tim tak bisa dipandang sebelah mata. Tampil 45 menit babak kedua, gerakan tanpa bola dari Dendi Santoso memberi warna dalam serangan Arema. Dalam laga lawan Perseru, dia mencatatkan prosentase total umpan sukses 78 persen.

Kemudian, prosentase sukses umpan pendek adalah 93 persen. Dendi juga mencatatkan dua kali penetrasi berbahaya ke area kotak penalti lawan. Serupa tapi tak sama, gaya main Arif Keceng juga cukup merepotkan Perseru di babak kedua saat dia masuk sebagai pemain pengganti. Dia mencatat total umpan sukses 71 persen, dan prosentase berhasil umpan pendek 92 persen.

Tak hanya dua pemain asli Malang ini, gelandang lain yang berpotensi jadi starter adalah Adam Alis yang sudah tiga hari terakhir bergabung dengan tim.

Sebagai gelandang langganan line up, tim pelatih tak menutup kemungkinan memasang Adam sejak awal. Ada pula Hendro Siswanto, dan Ferry Aman Saragih yang ngantri untuk menjaga minute play bersama Arema.

Pendek kata, Arema tidak pernah kekurangan stok gelandang di Liga 1 Indonesia. Permasalahannya, tidak ada gelandang yang punya skill penetrasi seperti Vizcarra.

Ketika pemain asal Argentina ini absen, serangan Arema tumpul. Cristian Gonzales, dkk bingung di depan karena suplai bola kian tipis. Tak jarang, ketika Vizcarra absen, barisan striker turun hingga ke lini belakang demi mencari bola.

Kini, tim pelatih masih mempertimbangkan perjudian untuk memainkan Juan Pablo Pino sebagai starter. Jika dia starter, maka tugas menyuplai bola secara rutin ke lini depan, juga jatuh ke tangannya.

Aji juga mulai melunak terhadap marquee player­-nya itu, ia menilai Pino mulai menunjukkan keseriusan dalam latihan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Arema, Ruddy Widodo ketika ditanyai soal marquee player tersebut.

”Pino menunjukkan keseriusan dalam latihan dan semangat. Kami beri kesempatan dia untuk menunjukkan kualitas dan kemampuannya. Kami lihat nanti dalam laga lawan Bali United,” sambungnya. Ruddy menyadari tekanan besar untuk tim kian menguat seiring dengan koleksi kekalahan di Liga 1 Indonesia.

Kendati demikian, dia tetap meyakini Pino sejatinya adalah pemain bagus yang hanya butuh waktu adaptasi. Arema kurang beruntung karena adaptasi Pino cenderung lambat, sama seperti sebagian besar marquee player semacam Michael Essien atau Carlton Cole. Pengecualian mungkin untuk Peter Odemwingie milik Madura United yang sudah gas pol sejak awal liga.

”Karena itu kami juga belum ambil keputusan apakah akan mempertahankan atau melepas. Kami tunggu rekomendasi tim pelatih. Setelah memberi kesempatan Pino bermain, kami bakal lihat dulu penampilannya,” tutup Ruddy. (*)