Hanya Imbang, Milla Pertajam Finising Timnas

Wartawan : JPNN • Editor : Riyon • 2017-06-15 10:31:55

Hanya mampu bermain imbang kontra Puerto Riko di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/6) malam, Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla mengaku puas dengan perkembangan pasukannya.

Meski harus kembali gagal mencatatkan kemenangan kandang perdananya, pelatih asal Spanyol itu menilai permainan Kurnia Meiga, dkk sudah bagus, hanya finising yang perlu lebih ditingkatkan lagi.

Dilihat dari statistic, Tim Garuda unggul penguasaan bola dengan persentase 55 persen. Bahkan, mereka sukses melakukan total 18 percobaan, tapi hanya lima yang tepat sasaran.

”Tidak ada gol tapi banyak peluang. Menurut saya itu adalah modal yang sangat bagus, kenapa? berarti kami bisa menciptakan banyak peluang. Saya lihat pemain sudah semakin baik secara individu dan tim,” ungkap Milla.

Dia juga menganggap kalau anak asuhnya mau aplikasikan latihan di lapangan. Sayangnya, dewi fortuna memang belum berpihak kepada Indonesia.

”Saya ulangi sekali lagi kalau kiper lawan hari ini bermain bagus. Saya sangat senang dengan permainan dan saya mau katakan saya sangat bangga dengan pemain-pemain yang saya miliki,” tandas dia.

Apresiasi juga diberikan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang hadir langsung menyaksikan, timnas proyeksi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 tersebut berlaga.

Menururnya, kualitas permainan yang lebih baik ketimbang saat  menekuk Kamboja 2-0 pekan lalu (8/6). “Kalau kemarin Kamboja yang mainnya jelek. Belum sesuai karakter timnas yang sebenarnya,” ungkap Edy.  

Konsistensi permainan menurutnya juga perlu diimbangi. Sebab, timnas dituntut tampil konsisten selama 90 menit. Sejauh ini kelemahan timnas adalah kedodoran jelang pertandingan berakhir. “Kami tinggal poles stamina. Permainan hampir sama. Kelemahan memang teamwork. Banyak yang belum padu dan sinkron,” imbuhnya. 

Terpisah, Stefano Lilipaly menyebut Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk masa depan. Karena, banyak talenta-talenta muda yang bersinar belakangan ini.Memang, belakangan PSSI sangat konsentrasi dengan pemain muda. Apalagi, untuk agenda uji coba internasional, rata-rata skuat diisi pemain di bawah 22 tahun.

Demikian pula di liga, PSSI wajibkan klub memakai minimal 3 pemain U-23 minimal 45 menit. Terobosan ini dirasa bagus lantaran memunculkan nama-nama yang bersinar. ”Di Timnas Indonesia sendiri saya lihat kita punya banyak sekali pemain yang bertalenta dan kami punya potensi besar,” ujar Fano.

Fano sendiri bahagia bisa kembali perkuat timnas. Dia menikmati latihan sejak hari pertama bergabung. ”Saya sangat menikmati sejak hari pertama kali saya berlatih. Saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk kembali bermain untuk Timnas Indonesia. Tim ini juga punya potensi dan saya yakin mereka bisa bermain bagus di kompetisi berikutnya,” tandas dia. (*)