Bakal Tawuran, 20 Remaja Ditangkap

Wartawan : Heru Iriawan - Padang Ekspres • Editor : Elsy • 2017-08-14 12:34:34

Pelaku Dibina di Batalyon I33/YS

Personel Pengurai Massa (Rainmas) Polresta Padang menangkap 20 remaja di bawah umur diduga akan melakukan tawuran. Mereka ditangkap saat sedang konvoi dengan sepeda motor di kawasan Bypass Ketaping, Kelurahan Pasaraambacang, Kecamatan Kuranji, Minggu (13/8), sekitar pukul 01.30.

Sebanyak 20 remaja tanggung tersebut dibawa mengunakan truk Dalmas Polresta Padang. Berbagai bendera yang bertulisan Sagoler (Salah Ngomong Golek Dileher), dan Berok 178 yang mereka bawa disita polisi. Namun, beberapa di antaranya mampu melarikan diri dari sergapan petugas.

Tidak hanya itu,  sebanyak 22 unit sepeda motor berbagai jenis turut disita Polisi. Bahkan mirisnya lagi, berbagai senjata tajam (sajam) yang dibawa para pelaku turut ditemukan sebanyak 12 jenis. Di antaranya, lima bilah samurai dan ikat pinggang yang telah dimodifikasi, satu celurit serta gir sepeda motor. 

Dari penelusuran Padang Ekspres, para pelaku aksi tawuran yang berhasil diamankan tersebut mengatasnamakan geng Depen, Purui, THF, SBF, NFF, RRB, Sagoler dan Berak. Para anggota geng rata-rata masih berstatus pelajar dari berbagai sekolah di Kota Padang dan ada pula yang putus sekolah. 

Mereka yang diamankan, masing-masing berinisial AR, 15, (putus sekolah); RKP, 16, (putus sekolah); RR, 16, (putus sekolah);  JTS, 18, (pelajar); BK,  17, (pelajar);  YE, 14, (pelajar); DCA, 16, (putus sekolah); FS, 16, (pelajar); BF, 16, (pelajar); FPI, 15, (pelajar); RAS, 17, (pelajar);  AR, 16, (pelajar); MU, 15, (pelajar); HH, 17, (pelajar); DA, 17, (pelajar); RA, 17, (pelajar); FM, 16, (pelajar); GR 15, (pelajar); dan MB, 15, (pelajar).

”Kami mendapat laporan dugaan akan adanya aksi tawuran di tempat kejadian peristiwa (TKP). Dengan pergerakan cepat kami langsung mengerahkan personel Shabara Rainmas dan koordinasi dengan jajaran Polsek Kuranji untuk melakukan pengepungan,” terang Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman.

Ketika dikepung mereka jadi kalang kabut. ”Tapi ada juga yang berhasil lolos. Selanjutnya, yang berhasil kami amankan langsung digiring ke mobil patroli menuju Mapolresta Padang. Begitupun dengan sepeda motor dan sajam yang kami temukan,” ulasnya.

Ediwarman menjelaskan, setelah mendata masing-masing pelaku tawuran, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Nantinya, para pelaku tawuran akan dikirim ke Markas Komando (Mako) Batalyon I33/YS. 

“Seperti kami ketahui, Pemerintah Kota Padang (Pemko) telah membentuk program penanganan anak jalanan melalui pembinaan terpadu. Nah, para pelaku tawuran ini akan kami masukan ke sana dan diberikan pelatihan,” kata Ediwarman. 

Dia berharap, dengan diberikan bekal pelatihan karakter dan mental tersebut diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku mereka. Sehingga, mereka yang dulunya nakal dan tidak tahu aturan dapat menjadi para generasi bangsa yang dibanggakan.

”Untuk para orang tua tolong anaknya dijaga, jangan sampai nantinya anak-anak kita terjerumus di pergaulan yang tidak kita inginkan. Dan para orang tua mesti melihat sama siapa anak kita bergaul jangan sampai salah bergaul,” ujarnya.

Salah seorang terduga pelaku tawuran yang berhasil ditangkap oleh Polresta Padang HH, 17, mengaku hanya ikut-ikutan, dan tidak melakukan tawuran. Dia mengaku hanya konvoi saja. Dan mengenai senjata tajam ia tidak tahu apa-apa.

”Saya berboncengan sambil memegang bendera, tiba-tiba Polisi datang dan langsung menangkap saya dan teman-teman lainnya. Kalau masalah senjata tajam saya tidak tahu. Saya hanya memegang bendera saja,” jelasnya.

Lain pula dengan MU, 15. Ia mengaku, dijemput di rumahnya dan mau menyerang kelompok lain. Semula dia tidak mau ikut, tetapi dipaksa dan akhirnya ikut juga. Rencananya berkonvoi sekeliling Kota Padang kalau ada lawan langsung disikat. ”Ketika polisi datang dari belakang kami langsung kabur hingga memanjat pagar,” tukasnya.

Diserahkan ke Batalyon

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Amasrul mengatakan, ke-20 remaja tawuran yang berhasil diamankan Polresta Padang itu sudah diserahkan ke Batalyon I33/YS semuanya langsung didata dan akan dipanggil orang tuanya terlebih dahulu.

”Tadi kami langsung melakukan tes Urine kepada 20 pelajar yang tawuran itu, hasilnya 17 positif mabuk lem dan tiga positif narkoba. Untuk tiga hari ini kami akan mendata dulu. Kami akan panggil orang tua mereka. Kami jelaskan bahwa perbuatanya bisa mengakibatkan nyawa melayang apalagi sudah mabuk lem dan narkoba. Untuk sementara mereka kami tampung di Batalyon I33/YS ini,” ungkapnya. (*)