Adik Anggota DPRD jadi Tersangka

Wartawan : Fajar Rilah Vesky - Padang Ekspres • Editor : Elsy • 2017-09-13 12:29:39

Saksi Diperiksa jadi 13 Orang

Kasus bentrokan berdarah di perbukitan Air Suci yang terletak di antara Nagari Pilubang dengan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Minggu lalu (9/9), memasuki babak baru. Kepolisian pada Selasa siang (10/9) menetapkan Printito alias Tito atau Pito, 42, adik kandung anggota DPRD Limapuluh Kota sebagai tersangka.

Penetapan satu orang tersangka tersebut, setelah aparat memeriksa 10 saksi, mengumpulkan barang-bukti dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) sejak Minggu siang hingga Senin malam (10/9). 

“Iya, kami baru saja meningkatkan status penanganan kasus ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Menyusul peningkatan status penyidikan ini, kami juga menetapkan satu orang sebagai tersangka,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis didampingi Wakapolres Kompol Eridal dan KBO Satreskrim Iptu Muhammad Harvi kepada sejumlah wartawan di Mapolres Limapuluh Kota, Selasa sore.

Menurut AKBP Haris Hadis, tersangka lelaki yang di dalam KTP beralamat di Jorong Parikdalam, Nagari Taehbaruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Merupakan adik kandung Teddy Sutendi, 47, anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Hanura.

Bersama sang kakak, Tito sempat dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh karena mengalami luka di pergelangan tangannya. Setelah menjalani perawatan selama dua hari, Tito sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis. Namun, lelaki yang saat bentrokan terpantau memakai baju kaos loreng tersebut, tidak langsung pulang ke rumahnya karena harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Limapuluh Kota.

Usai menjalani pemeriksaan itulah, Tito langsung ditetapkan polisi sebagai tersangka. “Dia ditetapkan sebagai tersangka karena saat peristiwa (bentrokan) ini terjadi, diduga ikut membantu memegang korban Herwin Saputra alias Si Win yang meninggal dunia akibat kejadian ini,” kata AKBP Haris Hadis diamini Kompol Eridal dan Iptu M Harvi.

Nah, jika Tito diduga polisi ikut membantu memegang korban Herwin Saputra dari belakang, berarti ada tersangka lain yang ikut membacok Herwin dari arah depan atau samping? Siapakah tersangka itu? Polisi belum mau menyebut identitasnta. “Tunggu saja, tahap penyidikan berikutnya. Tapi memang ada peluang, tersangka bertambah. Sebab, kasus ini masih terus didalami,” kata AKBP Haris dan Iptu M Harvi.

Di sisi lain, Tito yang kemarin siang terpantau berada di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota belum bisa dikonfirmasi wartawan. Menurut AKBP Haris dan Kompol Eridal, Tito belum bersedia diperiksa dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena menunggu pengacaranya. “Tersangka mengaku menunggu pengacaranya dan belum mau dilanjutkan pemeriksaan. Walau masih menunggu pengacara, tapi status tersangkanya tetap,” tukuk M Harvi.

Penetapan Tito sebagai tersangka membuat keluarganya shock berat. Dua wanita yang mendampingi Tito ke Mapolres Limapuluh Kota kemarin siang yang diperkirakan adalah ibu dan istrinya, nampak kaget. Salah satu diantara mereka juga terlihat menangis. “Kami dari Taram tak ada yang pakai senjata, mereka (dari Pilubang) bawa senjata,” kata salah seorang dari wanita itu kepada wartawan.

Selain menetapkan Tito sebagai tersangka, polisi pada Selasa sore juga terus menambah saksi-saksi yang diperiksa. “Jika kemarin, saksinya baru sepuluh, hari ini, kita tambah tiga lagi. Jadi, total saksi yang diperiksa sampai hari ini 13 orang,” kata AKBP Haris Hadis.

Dari 13 saksi yang sudah diperiksa itu, menurut Kompol Eridal dan Iptu M Harvi, 8 orang merupakan warga Nagari Pilubang dan 5 orang dari Nagari Taram. “Ke-13 saksi ini dipastikan ada di lokasi saat kejadian,” kata Iptu M Harvi.

Adapun barang-bukti yang diamankan polisi adalah dua buah parang atau golok, serta pakaian yang dikenakan korban tewas saat kejadian. Selain barang-bukti tersebut, polisi juga mendapatkan rekaman detik-detik bentrokan dari dua sudut berbeda.

Menariknya, sebelum mengumumkan penetapan satu tersangka dalam kasus bentrokan berdarah di perbukitan Air Suci, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis juga sempat bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat se-Kecamatan Harau. Pertemuan itu dibingkai dalam kunjungan Kapolres ke Mapolsek Harau, Senin pagi. (*)