Aksesori Kepala Robotik

Wartawan : JPNN • Editor : Yogi • 2017-10-08 13:46:39

Desainer kenamaan Surabaya Grace Setyo Liem atau yang akrab disapa G Liem tidak pernah kehabisan ide dalam berinovasi dengan aksesori. Pada karya terbarunya, dia berhasil membuat ratusan pasang mata terpukau dengan robotic headpiece.  Hiasan kepala tersebut dikenakan model dan aktris Paula Verhoeven pada Ciputra World Fashion Week 2017 Minggu malam (1/10).

Selama sekitar tiga minggu, masterpiece karya G Liem itu dibuat. Dia dibantu Wenzel Matthew Liem, 17. ”Kebetulan anak saya, Wenzel, suka sekali dengan science dan mekanik,” ucapnya. Karyanya tersebut telah dipamerkan pada New York Fashion Week (NWFW) yang dihelat 7 September lalu. Robotic headpiece berbentuk kelopak bunga dengan sebuah pura di dalamnya. Pura akan terlihat dan menampakkan cahaya dari lampu-lampu LED berwarna kuning ketika kelopak membuka. Aksesori tersebut 90 persen terbuat dari logam. Sementara itu, bagian dalam pura dibuat dengan menggunakan kayu tripleks dan sabut kelapa untuk atapnya.

Teknik pembuatannya dimulai dari mendesain karya dengan sketsa. Dengan menggunakan kerangka sementara, G Liem dan anaknya menentukan model, ukuran, hingga tempat untuk meletakkan motor penggerak.

”Itu semua harus diperhitungkan dari awal. Karena kalau tidak pas 1 mm aja, robot nggak akan bisa bergerak. Rumit banget,” paparnya. Karena itu, pembuatan aksesori kepala tersebut memerlukan perhatian dan ketelitian ekstra. Karya itu merupakan highlight sekaligus menjadi kejutan untuk para pengunjung fashion show.

G Liem juga memamerkan berbagai aksesori untuk perempuan dan lakilaki. Sebanyak 20 karya yang ditampilkan terdiri atas aksesori laki-laki dan perempuan. Untuk aksesori yang dikenakan para model perempuan, dia memakai logam yang dibentuk dengan laser cut. Adapun bahan aksesori yang dikenakan para model laki-laki terbuat dari akrilik, bambu, kawat, dan logam. Headpiece menampilkan ornamen bunga kemboja. Hal itu disesuaikan dengan tema yang dibawa pada NYFW, yakni Legong.

Dia juga membuat aksesori badan, yang saat peragaan busana malam itu dikenakan model laki-laki. Aksesori tersebut terbuat dari akrilik yang dipotong tipis 0,5 cm. Kemudian, dicat dengan menggunakan cat airbrush berwarna bronze. Sang desainer terinspirasi dari suku Asmat dalam versi modern. Dalam versi aslinya, aksesori serupa dibuat dengan bahan jerami. ”Aksesori yang ini cukup berat karena semuanya dibuat dengan menggunakan akrilik,” ucap G Liem.
Penampilan karya G Liem turut didukung busana rancangan Catherine Njoo. ”Proyek ke depan saya ingin membikin robotik yang lebih rumit lagi yang multi-movement,” tambahnya. (*)