Masyarakat Puas Pembangunan Infrastruktur

Wartawan : JPNN • Editor : Elsy • 2017-10-12 13:24:44

Elektabilitas Presiden Jokowi Masih Tertinggi

Sejak kali pertama bertugas sebagai presiden dan wakil presiden, pekan depan masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memasuki tahun ketiga. Berdasar hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia, sebagian besar masyarakat merasa puas dengan kinerja pejabat yang akrab dipanggil Jokowi-JK tersebut. Dari total 1.220 responden yang diwawancarai, lebih dari 68,3 merasa puas dengan kinerja keduanya. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, kinerja Presiden Jokowi dan Wapres JK mendapat apresiasi masyarakat lantaran sejumlah alasan. Di antaranya pembangunan infrastruktur yang dinilai meningkat signifikan. Data Indikator Politik Indonesia mencatat, 72 persen masyarakat merasakan perubahan lewat pembangunan jalan umum. ”Manfaatnya terasa oleh masyarakat,” ungkap Burhanuddin.

Di samping pembangunan jalan umum, Burhanuddin menjelaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana transportasi umum, pembangunan jalan tol di luar Jawa, serta pembangunan daerah perbatasan juga mendapat respons baik dari masyarakat. Pada era kepemimpinan Jokowi, konsentrasi pemerintah terhadap pembangunan fasilitas tersebut cukup tinggi. ”Mayoritas menilai kinerja pemerintah dalam masalah-masalah tersebut semakin baik,” jelas dia. 

Hasil survei pembangunan jalan lintas provinsi di luar Jawa misalnya. Tidak kurang 56 persen responden merasa pembangunan tersebut semakin baik. Demikian pula dengan pembangunan jalan tol di luar Jawa. Sebanyak 57 persen responden menilai Jokowi-JK mampu melaksanakannya lebih baik dari tahun lalu. Persentase di atas 50 persen diperoleh dari survei pembangunan wilayah perbatasan. Dari seluruh responden, 52 persen merasa semakin baik.

Namun demikian, penilaian berbeda diperoleh ketika Indikator Indonesia menanyai responden seputar isu pengangguran, lapangan pekerjaan, jumlah masyarakat kurang mampu, serta kebutuhan barang pokok. ”Lebih banyak warga yang menilai bahwa kerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam hal itu,” ungkap Burhanuddin. Temuan tersebut sesuai dengan data yang mereka peroleh dari lapangan. 

Grafik ketersediaan lapangan kerja menunjukan persentase hasil survei Agustus tahun lalu dengan September tahun ini stagnan. Tahun lalu 44 persen responden menyatakan bahwa hasil strategi Jokowi menuntaskan persoalan lapangan kerja sama saja dengan tahun sebelumnya. Sedangkan tahun ini, 43 persen responden menjawab sama saja ketika ditanya cara mantan Gubernur DKI menuntaskan persoalan lapangan pekerjaan. 

Meski begitu, penilaian tersebut tidak lantas menurunkan elektabilitas Jokowi sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan kursi presiden periode berikutnya. Dibanding tokoh lainnya, persentase masyarakat yang mendukung Jokowi masih lebih banyak. Termasuk di antaranya jika dibandingkan dengan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto ”Head to head Jokowi sementara ini unggul dibanding Prabowo,” ungkap Burhanuddin. 

Tapi, itu tidak lantas membuat Jokowi berada di atas angin. ”Patut dicatat, Prabowo belum melakukan kampanye sistematik sejak 2014. Perolehan secara stabil dikisaran 31 persen menunjukan Prabowo memiliki basis pemilih loyal yang tidak sedikit,” terang Burhanuddin. Karena itu, peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) yakin semakin dekat dengan pilpres, semakin besar peluang terjadinya perubahan elektabilitas setiap tokoh.

Apalagi beberapa nama besar turut bermunculan. Salah satunya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Meski elektabilitasnya masih berada jauh di bawah Jokowi, banyak kemungkinan bisa terjadi. Menggapi itu, Politisi Partai Demokrat Roy Suryo menyampaikan bahwa pilpres masih lama. ”Belanda masih jauh,” imbuhnya. Dia pun mengingatkan agar PDIP yang mengusung Jokowi tidak senang dulu dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia. (*)