5 Ilmuwan Anak Bangsa Bikin Bangga Indonesia Dimata Dunia

Wartawan : • Editor : Yogi • 2017-10-12 14:27:23

Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kembali diterpa kabar tidak mengenakan. Ialah Dwi Hartanto, seorang ilmuwan Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Belanda, belum lama ini ketahuan melakukan klaim prestasi palsu.

Dwi mengklaim sebagai kandidat profesor di Technische Universitet (TU) Delft, Belanda, yang diminta untuk mengembangkan pesawat jet tempur generasi keenam. Jika jadi pesawat ini akan berada jauh di atas F-35 atau Sukhoi SU-50. Namun, klaim ini bohong belaka. Dwi mengakui proyek soal jet generasi keenam ini tak pernah ada.

Dwi juga mengaku beberapa paten yang diakuinya di media sosial cuma bohong belaka. Dwi pernah memposting dirinya mengenakan kartu pengenal dengan jabatan Direktur Tehnik di European Space Research and Technology Centre. Rupanya itu cuma karangan Dwi saja.

"Dengan demikian tidak benar saya adalah satu-satunya orang non-Eropa di ring satu ESA/ESTEC," tulis Dwi dalam surat permohonan maafnya yang dimuat di situs resmi PPI Delft.

Untungnya banyak ilmuwan lain dari Indonesia yang benar-benar berprestasi dan diperhitungkan dunia. Siapa saja putra bangsa yang sukses mengharumkan nama Indonesia? Berikut  lima diantaranya yang dikutip merdeka.com dan dari berbagai sumber.

1. Sedyatmo
 Sedyatmo dikenal karena menemukan 'Konstruksi Cakar Ayam' pada 1962. Temuan Sedyatmo awalnya digunakan dalam pembuatan apron Pelabuhan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya, landasan bandara Polonia, Medan, dan landasan bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Pondasi yang dibuatnya mampu mengurangi hingga 75 persen tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Hasil temuannya tersebut telah dipatenkan dan dipakai di luar negeri. Seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, hingga Belanda.

Nama Sedyatmo kemudian diabadikan sebagai nama jalan bebas hambatan dari Jakarta menuju bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Kelas I kepada Sedyatmo atas jasa-jasanya.

2. Khoirul Anwar
Khoirul Anwar dikenal sebagai pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik modulasi untuk komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi selective fading dan interferensi narrowband dan efisien menghadapi multi-path delay spread.

OFDM juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit atau daerah pegunungan. Sebab, di daerah tersebut biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.

Temuan ini mendapat penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Temuan ini telah dipatenkan tahun 2010 dan kemungkinan besar dipakai untuk teknologi masa depan yang harus tetap optimal karena tantangan sinkronisasi (karena banyaknya device yang saling terhubung).


3. Yogi Ahmad Erlangga
Yogi Ahmad Erlangga adalah seorang ilmuwan muda Indonesia peraih gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda. Gelar ini diraihnya pada usia 31 tahun.

Pada Desember 2001, Yogi mengajukan diri untuk melakukan riset terhadap Persamaan Helmholtz kepada Universitas Teknologi Delft. Yogi berhasil menemukan solusi atas Persamaan Helmholtz pada Desember 2005.

Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Sebab, dengan metode temuan Yogi, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus ini juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

Selain itu, Persamaan Helmholtz juga diterapkan pada teknologi Blu-Ray, yang membuat keping Blu-Ray bisa memuat data dalam jumlah yang jauh lebih besar.


4. B.J Habibie
Habibie pernah menjadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HBF) Jerman dengan tugas menjaga kestabilan konstruksi belakang pesawat Fokker 28. Lalu dia menjadi Direktur Teknik/Vice President di Messerschmitt-Blkow-Blohm. Satu-satunya orang non-Jerman di posisi puncak industri pesawat terbang itu. Habibie menjabat hingga tahun 1974 sebelum Presiden Soeharto memanggilnya pulang untuk membangun Industri Dirgantara di Tanah Air.

Semasa muda BJ Habibie sudah merancang pesawat DO-31. Pesawat yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal ini kelak dibeli rancangannya oleh NASA. Lalu berkat BJ Habibie pula pesawat Gatotkaca N-250 bisa terbang perdana tahun 1996. Pesawat ini kini menjadi salah satu andalan jualan PT DI sebagai pesawat angkut militer.

BJ Habibie memiliki 46 paten di bidang kedirgantaraan. Habibie juga menemukan rumus yang menghitung keretakan pada sayap pesawat hingga tingkat atom. Rumus inilah yang digunakan aneka perusahaan penerbangan dunia untuk menghindari kecelakaan akibat retaknya sayap pesawat terbang. Inilah asal muasal julukan 'Mr Crack' untuk BJ Habibie.

5. Warsito Purwo Taruno
Warsito Purwo Taruno merupakan pencipta teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Pada 2004, prototipe ECVT lahir.

Meski masih prototipe, temuannya segera menjadi incaran sejumlah perusahaan minyak terkemuka di Amerika Serikat dan lembaga antariksa NASA. Sebab, teknologi temuan Warsito mengungguli kemampuan CT Scan dan MRI. Teknologi pemindai 4D pertama di dunia itu kemudian dipatenkan Warsito di Amerika Serikat pada lembaga paten internasional PTO/WO.

Dalam pengembangannya, teknologi ECVT sudah diakui bahkan dipakai lembaga antariksa Amerika (NASA), Exxon Mobil, BP Oil, Shell, ConocoPhillips, Dow Chemical, Mitsubishi Kimia termasuk Departemen Energi AS (Morgantown National Laboratory). Sedangkan di Indonesia sendiri, teknologi ini digunakan untuk pemindaian tabung gas bertekanan tinggi, seperti kendaraan berbahan bakar gas Bus Transjakarta.