Atletico Madrid vs Real Madrid 2 - 1: Real Lolos dan Menang Aggregaat 4-2

Wartawan : JPNN • Editor : Riyon • 2017-05-12 10:31:05

Mimpi Duodecima Real 

Kalau para pemain Real Madrid terlihat songong di lapangan rasanya bisa dipahami. Karena memang merekalah raja Eropa, tim tersukses dengan 11 trofi Liga Champions. Bahkan jumlah tersebut bisa saja bertambah pada tahun ini.

Real memastikan melangkah ke final Liga Champions 2016-2017 untuk ke-15 kalinya. Kemarin (11/5) di Stadion Vicente Calderon, meski Sergio Ramos dkk kalah 1-2 di tangan Atletico Madrid pada pertemuan kedua semifinal Liga Champions toh Real unggul agregat dengan skor 4-2 atas rival sekotanya itu. 

Kemarin Atleti unggul melalui dua gol oleh Saul Niguez pada menit ke-12 dan Antoine Griezmann (16'-penalti). Kemudian Real memperkecil ketinggalannya lewat Isco (42'). 

Dengan hasil kemarin maka Real sudah ditunggu oleh wakil Italia Juventus di partai final 4 Juni mendatang yang berlangsung di Stadion Millennium Cardiff. Pada laga puncak ini Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah. 

Pertemuan Real versus Juventus terbilang cukup sering di ajang Liga Champions ini. Raja kompetisi Spanyol maupun Italia itu bersua 18 kali dengan masing-masing tim mencatatkan kemenangan delapan kali kemudian seri dua kali. 

Bentrok terakhir keduanya terjadi pada semifinal Liga Champions 2014-2015 lalu dengan hasil Juventus berhasil mempermalukan Real yang berstatus juara bertahan. Juventus menang dengan agregat 3-2 setelah menang 2-1 di Juventus Stadium (5/5/2015) kemudian seri 1-1 di Santiago Bernabeu (13/5/2015). 

Bek kiri Real Marcelo menyambut kesuksesan timnya penuh sukacita. Apalagi di final nanti, Marcelo yang bermain di kiri bakal adu cerdik dengan rekan setim di Brasil Dani Alves yang bermain pada penyerangan kanan Juventus. 

”Pada titik ini kami tak takut pada siapapun, kami adalah Real Madrid dan kami selalu bertarung sampai akhir. Tentu kami menaruh hormat kepada lawan kami,” kata Marcelo seperti diberitakan Marca. 

Bek berambut kriwul tersebut mengakui kalau Atleti sempat mengejutkan dengan dua gol dalam waktu yang berdekatan. Namun Marcelo yakin seandainya timnya sangguip bangkit. Dan terbayar lunaslah kepercayaan Marcelo atas kemampuan rekan-rekannya. 

Marcelo tak lupa memberikan acungan jempol kepada penyerang Real Karim Benzema. Meski gol Real kemarin dicetak Isco, namun Benzema adalah kreator gol Isco kemarin. 

Diawali pergerakan Benzema di sisi kanan pertahanan Atleti, Benzema yang dikepung tige bek Atleti Stefan Savic, Diego Godin, dan Jose Gimenez sanggup mengelabui mereka.

Bola hasil dribbling ciamik mantan penyerang Olympique Lyonnais itu kemudian dikirim ke tengah yang disambut sepakan keras Toni Kroos. Haluan tak sempurna kiper Jan Oblak kepada tendangan Kroos itu kemudian dilesakkan ke gawang oleh Isco. 

”Apa yang dilakukan Benzema sungguh ajaib, dia pemain besar, dan kami mengapresiasi umpan yang dilakukannya,” puji Marcelo kepada rekannya itu. 
Dalam laga kemarin statistik UEFA menulis cuma dua tembakan yang dilakukan Benzema. Satu terhalau sedang satu lagi off target. 

Malah kompatriot Benzema di lini depan Ronaldo yang melepas enam tembakan. Dua on target, dua terblok kiper Atleti, dan dua melenceng. Entrenador Real Zinedine Zidane kepada beIN Sports kemarin juga masih geleng-geleng atas skill Benzema dalam menggocek bola. Dan Benzema membuktikan kalau kaki-kakinya masih punya daya magis. 

”Saya sesungguhnya tak tahu bagaimana Benzema melakukannya. Sejujurnya saya bahkan tak ingat berapa pemain yang ditinggal karena mengejarnya,” kata Zidane. 

Pria 44 tahun itu menegaskan kalau pahlawan pertandingan bukan saja dia yang mencetak gol. Namun juga pemain yang menunjukkan kualitas. ”Benzema punya kualitas dan yang ditawarkannya lebih dari sekadar gol. Dia adalah pemain tim,” tambah Zidane. 

Sementara itu, entrenador Atleti Diego Simeone mengakui seandainya Real bermain pantang menyerah. Dipukul dua gol cepat, bukannya KO Real malah kian gigih bertarung. 

”Ini sungguh laga yang luar biasa dan terlihat jelas bagaimana kualitas yang ditunjukkan oleh banyak pemain di lapangan hari ini (kemarin, red.),” kata Simeone. 

Simeone mengatakan kalau hanya dua diantara sebelas pemainnnya yang berhak diapresiasi. ”Ini sungguh memalukna karena kami tak bisa mengkloning pemain seperti (Diego) Godin atau Gabi, yang mana mereka memberikan nyawanya untuk klub ini,” ucap Simeone. 

Menghadapi tim terbaik dunia, di mata Simeone, anak asuhnya sudah habis-habisan. Akan tetapi tahun ini Atleti kembali gagal di semifinal oleh sang tetangga tersebut. (*)