Administrasi Guru Abad 21

Wartawan : Januardi, S.Pd - Kepala SDN 11 Campago Gugukbulek Bukittinggi • Editor : Elsy • 2017-10-05 13:30:08

Semakin pesatnya perkembangan Iptek pada abad ke-21 ini, tuntutan guru semakin kompleks. Mengingat, semakin banyaknya variabel yang harus ditangani guru dalam proses pendidikan yang baik terkait administrasi sekolah maupun keterampilan mengelola siswa. Hasil penelitian Barry (2010), menemukan bahwa guru perlu menyiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menjadi guru yang profesional. Dalam menghadapi tantangan kemajuan Iptek, guru profesional sudah selayaknya harus dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. 

Seorang yang ingin sukses di masa depan disarankan menguasai teknologi digital. Guru yang cerdas akan mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah serta kreatif dan inovatif dalam bekerja. Jika kompetensi tersebut disertai dengan kemampuan berkomunikasi efektif dan mampu bekerja sama dengan orang lain, maka tantangan seberat apapun dapat dilalui oleh guru.
Menurut Suyanto ( 2007 ), guru profesional adalah guru yang selalu berubah dari praktik lama, bahkan mau dan mampu meninggalkan metode dan resep–resep sukses di masa lampau untuk menghadapi berbagai tantangan di masa kini dan masa yang akan datang.

Salah satu karakteristik keterampilan yang diperlukan guru abad 21 adalah mampu menguasai teknologi digital dan menguasai ICT (information and communication technologies). Di era globalisasi seperti saat ini, segala sesuatu sudah berubah dengan terjadinya perubahan dalam bidang teknologi dan komunikasi. Jika kita kembali beberapa tahun ke belakang, sangat jauh dari apa yang ada pada saat ini, dimana semua serba terbatas.

Sebagai contoh, ketika ingin menghubungi teman atau kolega yang berada di suatu tempat butuh berhari-hari untuk dapat mengetahui keadaan dan situasi yang sedang dialaminya, dimana komunikasi hanya bisa dilakukan dengan surat dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi teman atau kolega yang berada di luar negeri, tapi bagaimana dengan saat ini? Sangat gampang dan dengan mudahnya kita bisa berkomunikasi di manapun kita berada walaupun di luar negeri, kita hanya tinggal tekan nomor langsung tersambung pada orang yang dituju, bahkan komunikasi tersebut bisa dilakukan face to face. 

Bila berbicara tentang administrasi guru pasti kita semua telah mengetahui sangat banyak administrasi yang harus dikerjakan oleh guru, seperti: data-data siswa, buku absen murid, buku nilai, buku latihan siswa, buku pokok, termasuk perangkat pembelajaran dan banyak lagi administrasi guru lainnya. Seluruh administrasi tersebut harus dibuat oleh guru, ada yang dibuat setiap hari, setiap bulan, semester dan setiap akhir tahun pelajaran.

Bila seluruh administrasi tersebut ditulis dengan tangan atau secara menual hal ini tentu saja akan menyita banyak waktu untuk mengerjakan sekian banyak administrasi guru. Apalagi saat ini sesuai dengan tuntutan dan peraturan pemerintah, ada 22 macam administrasi yang harus dikerjakan oleh guru mulai dari agenda harian, program semester, program tahunan, silabus, RPP, bank soal, buku nilai, KKM, rapor, daftar kelas, analisis, buku pengayaan, buku remedial, daftar pelajaran, daftar piket, buku keliling, buku administrasi guru yang juga terdiri dari sekian banyak poin. Lalu, buku absen, buku penghubung, buku konseling, buku pokok dan masih ada lagi administrasi guru yang lainnya.

Bila semua administrasi tersebut dikerjakan secara manual sudah pasti akan membutuhkan waktu dan stamina yang ekstra bagi guru. Sedangkan salah satu dari tugas pokok guru sebagai pengajar juga harus berada dalam kelas selama 24 jam per minggu untuk melaksanakan pembelajaran dan memberikan ilmu kepada anak didiknya. Bukan tidak mungkin ini juga akan membingungkan guru, mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu antara administrasi atau memberikan pelajaran. Jika guru mendahulukan administrasi, maka pelajaran akan tertinggal, bila mengajar maka administrasi yang terbengkalai.

Bukan berarti guru tidak harus membuat administrasi, guru harus tetap menyelesaikan administrasinya dengan mencari solusi untuk membuat administrasi lebih mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi dan kemajuan zaman yaitu administrasi berbasis IT.

Administrasi guru yang biasanya dikerjakan secara manual atau ditulis tangan diganti dengan administrasi yang serba IT atau diketik dengan komputer. Ada beberapa manfaat dari pembuatan administrasi berbasis IT, di antaranya: 1) pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. 2) dari segi kebersihan sudah jelas administrasi yang ditulis komputer akan lebih bersih dan rapi. 3) Bila terjadi kesalahan bisa di perbaiki dengan mudah. 4) Bisa dipergunakan untuk tahun berikutnya, hanya dengan mengganti beberapa poin saja tampa harus mulai dari awal. Misalnya untuk buku absen hanya tinggal mengganti nama siswa dengan siswa yang baru dan tidak perlu lagi membuat kolom yang baru. 5). Data yang sudah kita buat bisa diberikan kepada guru kelas berikutnya, hanya perlu mengedit beberapa hal saja. Misalnya dari guru kelas III ke guru kelas IV hanya mengosongkan bagian yang harus diganti yaitu nilai siswa, sedangkan nama siswa tetap sama kecuali kalau ada siswa yang tinggal atau pindah sekolah. Nah, sudah tentu ini juga merupakan salah satu kolaborasi saling membantu antar teman sesama guru di sekolah.

Keuntungan lain dari administrasi berbasis IT adalah bila suatu saat administrasi kita sebagai guru diminta oleh atasan kita dalam bentuk hardisk tentu akan sangat mudah sekali memberikannya kepada atasan kita tanpa perlu mengetik secara khusus. 
Melihat kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini, masih banyak guru-guru yang masih mengerjakan administrasinya secara manual/ditulis tangan, dengan alasan tidak bisa mengoperasikan komputer, bahkan kepala sekolah sekarangpun masih ada yang belum bisa menggunakan laptop atau komputer. Hal inilah yang menjadi permasalahan menuju administrasi guru abad 21 di sekolah-sekolah. Namun, dengan adanya kebijakan dari pemerintah untuk melakukan pelatihan IT bagi guru-guru, kita semua berharap tidak ada lagi guru-guru yang mengerjakan administrasinya secara manual dan sebelum abad 21 nanti sudah seluruh administrasi guru menggunakan IT atau berbasis IT.

Andai kata teman guru belum dapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan gratis dari pemerintah, sudah pasti kita harus berlatih sendiri karena ini juga merupakan salah satu bentuk pengembangan diri kita sebagai seorang guru profesional. Tentu saja semuanya harus dimulai dari sekarang karena kalau kita masih belum mau memulai, sudah pasti kita akan semakin tertinggal oleh kemajuan teknologi. (*)