Belanda Masih Jauh

Wartawan : Redaksi • Editor : Elsy • 2017-10-13 13:13:42

Piala Dunia 2018 dipastikan tanpa partisipasi Belanda. Kemenangan 2-0 atas Swedia dalam pertandingan pemungkas kualifikasi zona Eropa (11/10) tak cukup bagi oranje. Bahkan, untuk tiket playoff sekalipun. Arjen Robben dkk finis peringkat ketiga di bawah Prancis dan Swedia.

Itu adalah kegagalan beruntun Negeri Kincir Angin setelah Euro 2016. Dua kali melewatkan turnamen mayor sepak bola, ada apa dengan Belanda? Tim yang dulu melegenda dengan sederet nama dari era Johan Cruijff, lalu trio AC Milan (Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Marco van Basten), hingga pemain berdarah Maluku Giovanni van Bronckhorst itu seperti memasuki fase kelam.

Kali terakhir Belanda gagal lolos ke pesta sepak bola terbesar sejagat pada edisi 2002 di Korsel-Jepang. Belanda finis ketiga di bawah Portugal dengan generasi emas seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Sergio Conceicao dan Irlandia yang terbantu dengan melejitnya para pemain asal Leeds United seperti Robbie Keane dan Ian Harte plus Roy Keane.

Belanda di kualifikasi Piala Dunia 2018, sepertinya, tidak sedang memiliki generasi emas. Robben menjadi satu-satunya alumnus sukses Oranje saat finis runner-up di Piala Dunia 2010 yang konsisten. Wesley Sneijder dan Robin van Persie hanya cameo.
Parahnya, tidak ada “Pemain Jaman Now” (meminjam istilah gaul saat ini) yang moncer dan berstatus bintang. Memphis Depay terusir dari Old Trafford, sedangkan Vincent Janssen gagal berkompetisi dengan Harry Kane di Tottenham Hostpur.

Alhasil, pelatih Danny Blind yang kemudian diganti Dick Advocaat tidak punya winning team karena keduanya memanggil total sampai 40 pemain sepanjang kualifikasi. Untuk posisi bek kanan, misalnya. Oranje memainkan enam starter berbeda, dari Daryl Janmaat, Kenny Tete, Timothy Fosu-Mensah, Joel Veltman, Rick Karsdorp, hingga Joshua Brenet. Tidak seperti Dani Alves yang paten bersama Brasil atau Kyle Walker di Inggris.

Nasi sudah menjadi bubur. Belanda tidak perlu mengungkit kegagalan yang sudah terjadi. Sebaliknya, KNVB (PSSI-nya Belanda) perlu gercep alias gerak cepat mempersiapkan diri menghadapi kualifikasi Euro 2020. Sebab, kekuatan Oranje boleh dibilang jalan di tempat saat tim seperti Islandia bakal semakin tangguh setelah menjalani Piala Dunia pertamanya di Rusia. Atau, jangan-jangan Belanda memang masih jauh dari periode kebangkitannya lagi. (*)