Berlian, Dawai dan Sebuah Perjalanan

Wartawan : JPNN • Editor : Yogi • 2017-10-29 12:15:13

Kau harusnya bukan dengannya. Melihat matahari tenggelam inginku cegah agar tak tenggelam. Semua cara sudah dilakukan agar matahari tak terlalu cepat terbenam hingga akhirnya hanya melihat bahwa matahari telah terbenam indah. Sebuah kehilangan berlian dalam genggaman sama seperti gitar tak berdawai. Tapi apa yang harus dilakukan jika memang dawai tak menginginkan bersama gitar.

Sejak kepergian Dona, Niko terlihat murung. Dona memang bukan pergi untuk selamanya. Tetapi hanya menjauh dari Niko, dan memilih dengan yang lain. Sulit untuk Niko bisa melupakan Dona. Masih teringat awal kedekatan Niko dengan Dona. Ketika Niko menyukai seorang wanita yang tampil dengan kesederhanaannya. Wanita itu bernama Putri.

Kedekatan Niko dengan Putri tak berlangsung lama. Putri lebih memilih dekat dengan Jo yang membuat Niko mulai terabaikan. Yang berujung kedekatan Niko dengan Dona. Berharap kedekatan dengan Dona dapat melupakan kekaguman kepada Putri.

 Hari–hari Niko tak lagi bersama Putri. Putri hanya menjadi masa lalu bagi Niko. Niko sempat merasakan sebuah kehilangan yang teramat mendalam. Sepertinya Putri tidak mengharapkan kehadiran Niko.

Sampai dihari paling bahagia di hidup Putri. Niko berencana ingin menjadi spesial bagi Putri. Tetapi berbeda diharapkan Niko. Jo. Sosok laki-laki yang nampak dari kejauhan membawakan sebuah kebagian yang membuat senyuman terpancar dari wajah Putri.

Hingga saat itu, Putri lebih memilih Jo. Dan Niko dekat dengan Dona. Wanita yang tidak terlalu lama dikenal Niko. Kehadiran Dona membuat Niko sedikit melupakan sakit hatinya kepada Putri. Niko tidak dendam atau benci kepada Putri. Niko hanya berharap semoga Jo bisa membuat Putri bahagia. Karena bagi Niko, kebahagiaan Putri terpenting.

Dona memberikan perhatiaan selalu kepada Niko. Membuat Niko merasakan lagi adanya sinar matahari di pagi hari. Dan juga merasakan adanya bintang pemancar kebahagiaan di malam hari. Jika Niko sedih, Niko selalu bercerita kepada Dona. Hingga Niko dan Dona selalu bersama. Yang membuat rasa itu mulai tumbuh. Niko tak lagi di bayang-bayangi perasaan kepada Putri.

Jika ada lagi penerang dalam gelap yang lain, Niko tak peduli. Niko hanya menginginkan Dona. Hanya Dona. Dan cuma ada satu Dona.
Hingga Niko tak bisa menahan lagi gejolak asmara yang ada. Niko ingin mengungkapkannya. Tetapi Niko takut kecewa untuk yang kedua kalinya. Tetapi memang tak bisa lagi untuk ditahan. Niko ingat kata – katanya kepada temannya ketika SMA dulu. “ lebih baik di tolak daripada di pendam”. Itulah kata – kata yang di ucapkan Niko kepada temannya.

Masa SMA sudah berlalu, sekarang ialah masa di perguruan tinggi. Dan 2 tahun lagi Niko juga akan meninggal bangku perkuliahan. Karena Niko berharap dalam 4 tahun bisa mendapatkan gelar S-1. 2 minggu berlalu. Niko akhirnya mengungkapkan isi hatinya kepada Dona.

”Dona? Niko memanggil Dona yang berjalan keluar kelas.
”iya ada Nik? Pulang bareng yuk ?”.
Niko dan Dona pulang bersama. Tetapi Niko tidak langsung mengajak Dona pulang. Tetapi membawa Dona ke sebuah taman yang ada di area kampus. Dan Niko berkata kepada Dona,  
“Dona, aku memang bukan orang romantis yang bisa berkata itu, ini, atau apalah. Aku ingin jujur tentang perasaanku. Sejak pertama kita mulai dekat aku tidak merasakan apa–apa. Seiring berjalannya waktu, aku merasakan cinta kepadamu. Maukah kamu jadi pacarku” ?. Dona hanya terdiam mendengar perkataan Niko. Begini Dona, aku punya sebuah ranting. Jika kamu menerima aku, jatuhkan ranting itu. Dan jika kamu menolak aku, buang ranting itu.
Dan tak diduga. Dona membuang ranting itu. “Ayo kita pulang” ajak Niko dengan suara pelan.

1 bulan berlalu, Niko masih penasaran akan perasaannya kepada Dona. Selama 1 bulan berlalu Niko pernah mengungkapkan lagi perasaannya, tetapi hasilnya sama. Dan Niko kembali ingin mengungkapkan perasaannya kepada Dona. Karena bagi Niko sebelum tiga kali, itu belum final. Jadi Niko masih ada kesempatan untuk kembali mengungkapkan perasaannya. Walaupun tidak terlalu yakin.

Yang tak diduga terjadi. Ternyata Dona menerima Niko. Betapa bahagianya hati Niko. Hingga 2 minggu berlalu. Niko merasa jika sejak pacaran, Dona mulai cuek dengan Niko dan ternyata benar. Dibalik sebuah kecuekan Dona ada yang ingin disampaikan.

Hingga sepulang dari kampus Dona memberikan surat kepada Niko yang berisi “Untukmu Niko”. Maafkan aku yang cuek beberapa minggu ini. Aku tidak ingin ini terlalu berkelanjutan. Aku ingin mengatakan jika kita tidak lagi bisa bersama. Aku tidak ingin membohongi perasaaan ini. Awalnya aku menerima kamu, berharap agar bisa suka nantinya. Akan tetapi tidak, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita dan aku berharap semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dari aku. Dari temanmu Dona. Setelah membaca surat itu, Niko hanya berharap jika nanti Dona memang jodohnya, mereka akan bertemu. (*)