Resti Kurnia, Siswi MAN 1 Padang pariaman Ilmu Agama dan Prestasi

Wartawan : Novitri Silvia - Padang Ekspres • Editor : Yogi • 2017-11-12 10:49:50

Meski menuntut ilmu di sekolah keagamaan tak pelak menjadikan remaja 16 tahun, Resti Kurnia mati rasa pada kegiatan yang memicu adrenalin. Berbagai prestasi diraihnya, termasuk menjadi juara bertahan di sekolah. Seperti apa prestasi remaja berhijab tersebut?

Lahir di Toboh, Padangpariaman, 27 September 1999, wanita yang akrab disapa Ity itu memiliki berbagai prestasi akademis maupun nonakademis. Baginya agama harus sejalan dengan kegiatan keseharian. Itulah yang membawa gadis yang duduk di kelas XII Ilmu Pendidikan Keagamaan (IPK) 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Padangpariaman mampu menguasai 3 juz hingga saat ini.

Tiap-tiap semester ia tidak pernah absen menduduki peringkat pertama di kelasnya. Menurutnya tak ada trik khusus hanya saja ia selalu mengutamakan agama kemudian prestasi-prestasi tersebut seolah mengekor padanya. Tentunya tetap dibarengi drngan belajar yang giat.

Anak dari pasangan Suardi Andi dan Mursidah tersebut juga aktif di kegiatan kepramukaan, Tahfiz Quran dan kegiatan marching band. Berbagai prestasi pun telah ia raih dalam perlombaan itu. Sebagai bentuk wujudnya ia sering mewakili sekolah diberbagai ajang perlombaan.

Seperti Juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Pramuka (LCTP) se-Padangpariaman tahun 2013. Peringkat 1 Lomba Pionering di ajang Perkemahan Pramuka Madrasah Cabang (PPMC) se-Padangpariaman 2015. Juara 1 Peraturan Baris Berbaris (PBB) bertongkat di PPMC Padangpariaman tahum 2015.

Juara 1 Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) di ajang PPMC Padangpariaman, 2015. Memperoleh peringkat 1 Lomba Pembuatan Film Pendek di ajang PPMD SUMBAR 2017. Juara 3 Lomba Pembuatan Film Pendek di ajang PPM Nasional  di Bangka Belitung 2017, dan Harapan 1 Lomba Kewirausahaan di ajang PPM Nasional di Bangka Belitung, 2017 dan segudang prestasi lainnya.

Terlepas dari segala prestasinya dukungan orang tua dan sekolah memberi dampak besar dalam perolehan prestasinnya. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan dan ibunya ibu rumah tangga (IRT) selalu memberi support terhadap Ity. Syaratnya tak mengabaikan ajaran Islam.
”Tidak ada trik khusus cuma selalu ingat sama Allah. Dia akan bantu untuk mudahkan segala urusan. Terpenting usaha serta pandai-pandai membagi waktu. Antara urusan agama, sekolah dan hobi,” ujar gadis yang hobi membaca tersebut.

Guru Bimbingan Konseling (BK), Istia Hadayani mengatakan Ity termasuk remaja yang aktif dalam beberapa organisasi. Ia adalah anak yang memiliki semangat tinggi terhadap sesuatu yang memicu adrenalin seperti kepramukaan. ”Ilmu agama dan prestasi selalu beriringan,” ucapnya. (*)