Irlandia vs Denmark: Tuan Rumah bakal lebih Ekspansif

Wartawan : JPNN • Editor : Elsy • 2017-11-14 12:44:39

Hari dimana Tottenham Hotspur mengalahkan Real Madrid fase grup Liga Champions musim ini akan dikenang sepanjang karir oleh gelandang Christian Eriksen. 

Namun pemain 25 tahun itu ternyata belum puas dan punya mimpi lebih besar. Apalagi kalau tidak membawa Denmark menuju pentas Piala Dunia 2018 di Rusia musim panas mendatang. 

Pada pertemuan kedua playoff Piala Dunia zona Eropa dini hari nanti (15/11), giliran Irlandia yang akan menjadi host di Aviva Stadium. Hasil imbang tanpa gol di Copenhagen Minggu (12/11) lalu jadi keuntungan tersendiri bagi Irlandia.

“Bagi saya secara individu keberhasilan mengantarkan Denmark ke Piala Dunia akan berarti banyak. Tampil di Piala Dunia bersama Denmark adalah hal terbesar yang bisa dilakukan untuk negaramu,” tutur Eriksen kepada ESPN kemarin (13/11). 

Eriksen mendapat kritikan tajam karena gagal mengorkestrai permainan Denmark di pertemuan pertama. Anak asuh Age Heraide tersebut disebut monoton dengan memainkan bola-bola panjang pada pertandingan versus Irlandia. 

“Irlandia bermain sangat kompak dan pertandingan ini tidak akan gampang. Namun kami tetap percaya diri karena gol tandang akan sangat berarti bagi kami,” kata pemain Spurs itu. 

Dengan pernyataan oleh Eriksen tersebut terkesan kalau Denmark mengincar hasil imbang di kandang Irlandia dini hari nanti. Entah 1-1 atau 2-2, asal tak kalah maka Denmark lolos ke Piala Dunia karena aturan gol away. 

Sementara pelatih Irlandia Martin O’Neill kepada Daily Star kemarin mengatakan timnya tak akan puas dengan skor kemenangan tipis lawan Denmark ini. “Kami akan lebih ekspansif. Dan hal itu kurang terlihat pada pertemuan sebelumnya,” ucap O’Neill. 

Bekas pelatih Aston Villa itu menambahkan segala kemungkinan terburuk juga sudah dipikirkannya. Termasuk adu penalti jika kedua tim tetap bermain tanpa gol sampai 120 menit. 

“Tidak ada kata bertahan setelah mencetak gol. Kami akan berusaha mencetak dua gol meski kami sadar hal tersebut sangat berat melihat solidnya lini belakang Denmark,” ucap O’Neill. (*)