Semarak TdS Belum Terlihat

Wartawan : Yulicef Antony - Padang Ekspres • Editor : Elsy • 2017-11-15 12:55:48

Dinas Pariwisata Sijunjung, Bantah Persiapan Terkesan Dingin

Persiapan Tour de Singkarak (TdS) 2017 di Kabupaten Sijunjung terkesan belum maksimal. Hingga kini masyarakat banyak belum mengetahui terkait pelaksanaan iven berskala internasional tersebut.  

Ketidak siapan menyambut ajang itu terlihat dari minimnya umbul-umbul atau atribut simbol kemeriahan penyambutan TdS yang terpajang di sejumlah ruas jalan. Selain itu, sosialisasi serta publikasi iven belum terlihat jelas. Begitupun pembenahan area/ lokasi yang nantinya akan menjadi titik kumpul bagi pihak penyelenggara, tamu dan pengunjung. Termasuk perbaikan sarana hiburan dan objek rekreasi, penginapan yang merupakan objek vital. 

Kabupaten Sijunjung merupakan lokasi etape III pelaksanaan TdS pada tanggal 20 November nanti. Rute yang ditempuh yakni Muaro Sijunjung - Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.  Start di Muaro Sijunjuang-Finish Pulau Punjuang, dengan jarak tempuh 100 km.

”Kesiapan penyelehgaraan iven TdS tahun sekarang terkesan dingin, hingga masyarakat banyak yang tidak paham bagaimana sesungguhnya perhelatan akbar tahunan tersebut,” tukas seorang Tokoh Masyarakat Muaro Sijunjung, Hen Bandaro.

Menurutnya panitia lokal sudah harus turun ke bawah melakukan sosialisasi dan koordinasi pada masyarakat, supaya masyarakat juga ikut bersiap-siap untuk memeriahkannya iven itu.

Pemerhati dan Aktivis Pariwisata Sijunjung, Juniwandri, menyebut, pada titik strategis seperti pusat keramaian dan persimpangan sangat perlu dipasang atribut spesifik terkait TdS. Seperti memasang lampu hias, baliho, serta miniatur-miniatur khas lainnya. 

Khusus untuk lokasi wisata juga perlu dibenahi dan dipercantik supaya nantinya dapat menarik perhatian pengunjung yang datang. Namun hal ini masih belum terlihat sampai saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sijunjung, Yofritas, membantah jika persiapan TdS di Sijunjung disebut dingin atau belum maksimal karena pembagian kerja sudah dibagi-bagi oleh pihaknya. Namun segala sesuatunya memang tidak bisa sepenuhnya diakomodir. 

”Pola penggarapan program kita berjenjang mulai dari dinas, Pemerintah Kecamatan, Nagari hingga jorong. Nah, untuk sosialisasi ke bawah itu lebih menjadi kewenangannya Wali Nagari dan jajaran,” sebutnya.

Pihaknya bersama tim terpadu juga sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi jalan, serta ke Kampung Adat Sijunjung, Nagari Silokek yang sengaja dipersiapkan menjadi daerah kunjungan spesifik bagi pengunjung. 

Ditambah pemasangan baliho besar di beberapa titik, seperti Kiliran Jao, Tanjung Gadang, hingga di pusat kabupaten, Muaro Sinunjung. ”Kami rasanya sudah berusaha maksimal mesukseskan TdS untuk Sijunjung,” ujarnya.

Bupati Siunjung, Yuswir Arifin, mengatakan Pemkab Sijunjung punya target besar dalam upaya pengembangan sektor kepariwisataan karena memiliki kawasan spesifik yang tak kalah memesona dibanding daerah lain. 

Seperti kawasan wisata alam Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Perkampungan Adat Sijunjung, Wisata Sejarah dan Adat Sumpur Kudus serta lain sebagainya.

Melalui iven TdS 2017, Yuswir Arifin berharap pengunjung menyempatkan diri mampir menikmati keindahan alam dan segala fasilitas yang ada.

”Pengembangan sektor pariwisata memang menjadi salah-satu program utama kami, karena Sijunjung juga punya potensi untuk itu,” pungkas Bupati. (*)