Jonatan Christie Tantang Lin Dan

Wartawan : JPNN • Editor : Elsy • 2017-11-15 12:57:56

Menang kalau Main Normal di Tiongkok Superseries 2017

Pelatih tunggal putra Hendry Saputra mengatakan, Jonatan Christie tetap berpeluang mengalahkan Super Dan atau Lin Dan di laga perdana Tiongkok Open Super Series Primier 2017.  Syaratnya,  anak didiknya  harus  bermain bagus atau  normal dan lupakan rekor pertemuan. 

”Kalau Jonatan  main normal peluangnya fifty-fifty.  Untuk menang memang  nggak gampang. Tapi kalau dia bisa main bagus, kemungkinan besar untuk menang ada. Selalu harus tetap optimistis,” ujar Hendry di Jakarta, kemarin.

Dilihat dari rekor pertemuan, Jonatan memang masih tertinggal 1-3 dari Lin Dan. Pertemuan terakhir mereka terjadi di Autralian Open 2017 lalu, dimana Jonatan kalah dua game langsung dengan 14-21 dan 19-21. Jonatan pernah mengalahkan Lin Dan di Indonesia Terbuka tahun lalu.

”Kalau persiapannya sudah oke. Dari segi teknik, fisik segala macam sudah oke. Di samping kita perlu lihat dan pelajari style permainan Lin Dan. Apalagi dia tuan rumah, jadi tidak gampang. Rekornya bagus, standarnya juga bagus. Jadi mesti balik ke Jonatan lagi, harus lebih percaya diri. Bukan menjadi beban, tapi menjadi kesempatan. Ini perlu perjuangan, tapi saya optimis, minimal dia bisa melewati dengan cara berpikirnya, strategi bermain, bukan dari rekor  menang kalahnya,” tambah Hendry.

”Jonatan harus lebih safe dan ulet, ini penting. Supaya kemudian bisa mengatur strategi permainannya di lapangan. Persiapannya yang maksimal ada delapan hari. Harus cukup, mau tidak mau,” tambah  Hendry lagi.

Sementara  Anthony Ginting juga menghadapi laga berat menghadapi Ng Ka Long.Hanya saja  rekor pertemuan Anthony dengan Ng Ka Long  s tertinggal tipis 2-3. Namun pada pertamuan terakhirnya di Korea Open 2017, Anthony menang dua game langsung dengan 21-18 dan 21-18.

”Kalau Anthony ketemu Ng Ka Long, rekornya menang kalah. Ini semua dikembalikan kepada kepercayaan dirinya. Dari kemarin di Perancis, Anthony sempat kena cedera, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Mudah-mudahan nanti mainnya bisa lebih jelas, dengan kondisi sekarang dan situasi yang nggak sama. Karena ini baru pertama kali ia turun di Tiongkok  Open. Biasanya kalau pertama-tama masih terganggu dari segi mental,” jelas Hendry.

Selain Anthony dan Jonatan, pemain senior profesional, Sony Dwi Kuncoro juga dipastikan tampil di turnamen ini. Namun sebelumnya, Sony harus lebih dulu melewati babak kualifikasi, melawan Kenta Nishimoto, Jepang.

Sementara itu, usai mengalami cedera di Denmark Open Super Series Premier 2017, pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon siap tampil  di Tiongkok  Open Super Series Premier 2017.

Sebelumnya Marcus mengalami cedera bahu kanan di Odense, Denmark dan membatalkan keikutsertaannya di French Open Super Series 2017.”Kondisi saya sudah membaik, sekitar 80-90 persen. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi dengan bahu saya dan bisa mendapat hasil maksimal di kejuaraan ini,” kata Marcus.

”Sejak pulang dari Denmark, Marcus mendapat perawatan dan terapi, serta minum vitamin juga untuk mempercepat recovery cedera bahunya. Sekarang dia sudah latihan seperti biasa, sudah bisa full smash kok,” ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putra yang mendampingi.

Di Tiongkok  Open Super Series Premier.  Kevin/Marcus tampil sebagai juara bertahan. Tahun lalu mereka menduduki podium utama usai mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen, Denmark, dengan skor 21-18 dan 22-20.

Kevin/Marcus akan menghadapi Manu Attri/Reddy B Sumeeth, India, di pertandingan pertamanya pada China Open yang akan  berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok tersebut. (*)