Soal Jerusalem, Jokowi Telepon Abbas

Wartawan : JPNN • Editor : Yogi • 2017-12-10 14:14:27

Pengakuan Trump Berdampak ke Pariwisata

Suara Mahmoud Abbas di ujung telepon Jumat malam (8/12) langsung membuat Presiden Joko Widodo lega. Presiden sahabat Indonesia itu menjawab telepon tidak lama setelah menunaikan Shalat Jumat. Mengingat, perbedaan waktu antara Indonesia dan Palestina mencapai lima jam.

Beberapa saat sebelumnya, upaya Jokowi menelepon Presiden Palestina itu tidak membuahkan hasil. Baru pada percobaan kedua, sambungan telepon internasional itu berhasil dilakukan. Presiden Jokowi menelepon langsung Presiden Abbas untuk menyampaikan dukungan Indonesia kepada Palestina.

Jokowi menuturkan, dia kembali menyampaikan posisi Indonesia, atas pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. “Saya sampaikan kepada Presiden Palestina bahwa Indonesia mengecam keras keputusan Amerika Serikat,” terang Jokowi usai meninjau lokasi bencana dampak badai Cempaka di Karangmojo, Gunung Kidul, DIY, kemarin (9/12).

Selain itu, dia juga menyampaikan keputusan AS melanggar seluruh resolusi yang dibuat PBB berkaitan dengan Palestina. Yang lebih berbahaya lagi, klaim tersebut membahayakan semua proses perdamaian antara Palestina dan Israel yang sudah dirintis sejak lama oleh berbagai pihak.

Jokowi menuturkan, dia juga menyampaikan langsung kepada Abbas tentang apa saja upaya yang telah dan akan dilakukan Indonesia. “Saya sampaikan Indonesia mengajak semua negara untuk bersatu memberikan dukungan kepada Palestina,” lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melobi negara-negara lain, terutama Uni Eropa, untuk tidak mengikuti langkah AS memindahkan kedutaan besarnya ke Jerusalem. Dengan demikian, dalam hal Jerusalem, minimal AS akan sendirian karena hanya Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Negara-negara lain diharapkan tetap mengakui Tel Aviv sebagai Ibu Kota Israel.

Yang juga disampaikan, sampai kapanpun Indonesia akan tetap mendukung palestina untuk merdeka. Rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina. Hal itu sudah menjadi komitmen Indonesia yang tertuang dalam konstitusi.

Disinggung tanggapan Abas, Jokowi mengatakan tanggapan Abbas positif. “Beliau menghargai apa yang telah dilakukan negara kita. Konsistensi sejak presiden pertama Bung Karno sampai sekarang,” tutur suami Iriana itu.

Sangat mungkin, apa yang disampaikan Jokowi ke Abbas lewat telepon itu akan dibawa ke Sidang Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Bila tidak ada perubahan, rencananya OKI akan bersidang Rabu (13/12) mendatang di Istanbul, Turki. Yang jelas, untuk saat ini Indonesia terlebih dahulu menyampaikan dukungan langsung kepada Palestina sebelum mengambil langkah lainnya.

Kunjungan Wisata
Pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Jerusalem sebagai ibukota Israel itu ternyata berpengaruh besar pada dunia pariwisata ke kota suci tiga agama itu.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menuturkan meskipun belum ada laporan detail, tapi dia menyebutkan sudah ada biro-biro perjalanan yang membatalkan kunjungan ke Jerusalem.  Dia mengungkapkan memang Jerusalem seringkali diberitakan dalam kondisi konflik dan panas. Tapi, kenyataan di lapangan kadang tidak seseram seperti yang diberitakan di media.

“Tapi tentu saja worry dengan dengan kondisi sekarang. Sekarang ini benar-benar tidak main-main. Dari pada apa-apa. Lebih baik diurungkan,” ungkap Asnawi pada Jawa Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (9/12).

Kondisi tersebut tentu merugikan bisnis pariwisata. Karena mereka sudah memesan tiket pesawat, biaya transportasi di Jerusalem, hingga akomodasi lainnya. Tapi, karena kondisi konflik di Jerusalem itu force majeure. “Mudah-mudahan bisa segera selesai, karena ini berpegaruh pada bisnis kami,” imbuh dia.

Kunjungan ke Jerusalem memang lumayan peminatnya. Setiap bulan ada lima hingga 10 grup yang bepergian ke Jerusalem. Tiap grup sekitar 20-30 orang. Mereka rata-rata ingin mengunjungi Masjidil Aqsha dan tembok ratapan. “Visanya gampang diperoleh kok. Muslim atau nonmuslim cukup banyak ke sana,” tambah dia.
Sekjen Asita Rusmiati menambahkan tetap ada calon wisatawan yang berminat untuk mengunjungi Jerusalem. Di biro perjalanan miliknya sudah ada dua grup yang masing-masing ada 25 orang yang ingin mengunjungi Jerusalem saat paskah. “Sebagai travel agen, siap untuk double securenya itu,” ujar dia.

Jawa Pos mencoba mencek langsung ke beberapa agen biro perjalanan di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang petugas menuturkan tidak ada perubahan jumlah peserta tour pascapernyataan Trump yang dikecam banyak kepala negara. Alasannya pendaftaran tersebut sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Belum ada yang membatalkan,” katanya.

Hal yang sama juga dialami salah satu perusahaan tour and travel di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Bahkan hingga kini pihaknya masih menerima pendaftaran peserta tur ke Jerusalem. (*)